Selain itu, belanja modal mendapatkan alokasi Rp1,06 triliun.
Anggaran belanja modal digunakan untuk pembangunan dan pengadaan aset daerah.
Mulai dari pembelian tanah, peralatan dan mesin, pembangunan gedung, perbaikan dan pembangunan jalan, jaringan, irigasi, hingga aset tetap lainnya.
Belanja modal ini diharapkan bisa mendorong pembangunan infrastruktur dan memperkuat fasilitas publik di Kalimantan Timur.
Belanja Tidak Terduga dan Transfer ke Daerah
Kemudian, Pemprov Kaltim juga menyiapkan belanja tidak terduga sebesar Rp33,93 miliar.
Belanja tidak terduga disiapkan untuk kebutuhan mendesak yang tidak bisa diprediksi sebelumnya, seperti bencana alam atau kondisi darurat lainnya.
Terakhir, belanja transfer dialokasikan cukup besar, mencapai Rp5,89 triliun.
Dana itu disalurkan ke kabupaten dan kota dalam bentuk bagi hasil dan bantuan keuangan.
Tujuannya untuk membantu daerah dalam menjalankan pembangunan dan pelayanan masyarakat di wilayah masing-masing.
(wan)
Tag




