Arus Publik

APBD Kaltim 2026 Ditetapkan Rp15,15 Triliun, Rp8,16 Triliun Diplot untuk Belanja Operasional dan Layanan Warga

APBD Kaltim 2026 Ditetapkan Sebesar Rp15,15 triliun

Kamis, 22 Januari 2026 20:30

Ilustrasi APBD Kaltim 2026 sebesar Rp15,15 triliun, dengan Rp8,16 triliun dialokasikan untuk belanja operasional dan pelayanan publik/Oleh tim AI Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) telah menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 sebesar Rp15,15 triliun.

Anggaran itu dklaim disusun berimbang, artinya jumlah uang yang masuk sama dengan yang dibelanjakan.

Seluruh anggaran tersebut dipastikan kembali ke masyarakat lewat pembangunan dan pelayanan publik.

Total Penerimaan APBD Kaltim 2026 Diplot Rp15,15 Triliun

Data Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim yang dihimpun redaksi Arusbawah.co, total penerimaan daerah tahun 2026 diagendakan mencapai Rp15,15 triliun.

Angka itu berasal dari pendapatan daerah sebesar Rp14,25 triliun dan penerimaan pembiayaan sebesar Rp900 miliar.

Dengan skema itu, Pemprov Kaltim menegaskan tidak ada anggaran yang disusun defisit.

Artinya, pemerintah daerah tidak belanja melebihi kemampuan keuangan yang dimiliki.

PAD Masih Jadi Sumber Utama Pendapatan Daerah Kaltim

Pemprov menyebut, sumber utama pemasukan APBD Kaltim masih didominasi oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dari total pendapatan Rp14,25 triliun, PAD menyumbang Rp10,75 triliun.

PAD itu berasal dari pajak daerah, retribusi, serta hasil pengelolaan kekayaan daerah serta Lain-Lain PAD yang Sah.

Besarnya PAD menunjukkan kemampuan keuangan Kaltim masih cukup kuat dan tidak sepenuhnya bergantung pada pusat.

Tag

MORE