Opini

158 Ribu Mahasiswa Dipertaruhkan: Apakah Sistem Verifikasi GratisPol Pemprov Kaltim Sudah Layak?

Sabtu, 14 Maret 2026 19:56

PENULIS - Potret penulis/ HO to Arusbawah.co

Publik juga berhak mengetahui bagaimana sebenarnya alur verifikasi data dalam program ini berjalan.

Apakah perguruan tinggi dilibatkan secara aktif sejak tahap awal verifikasi, atau hanya menjadi pihak yang menerima hasil akhir dan menjalankan kebijakan di lapangan.

Angga Wato menegaskan bahwa keberhasilan sebuah program pendidikan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang digelontorkan, tetapi juga oleh kualitas koordinasi antar lembaga yang terlibat.

“Program beasiswa skala raksasa bukan hanya soal ketersediaan anggaran, tapi soal ketepatan koordinasi. Tanpa sinkronisasi data yang matang antara pemberi dana (Pemprov) dan pengelola akademik (Kampus), GratisPol berisiko menjadi beban administratif alih-alih solusi pendidikan.” tegasnya

Program GratisPol pada dasarnya adalah inisiatif yang patut diapresiasi.

Namun justru karena skalanya sangat besar dan menyangkut masa depan puluhan ribu mahasiswa, akuntabilitas, transparansi, dan ketepatan sistem verifikasi menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Jika persoalan teknis seperti ini tidak segera diperjelas, kepercayaan publik terhadap program yang sebenarnya sangat strategis ini bisa perlahan tergerus. (***) 

Ditulis oleh Angga Wato Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Tulisan merupakan opini pribadi penulis dan tak mencerminkan pandangan redaksi

 

 

Tag

MORE