Disusul Balikpapan dengan 16 ber-SK dan 10 OPS, lalu Bontang 10 ber-SK dan 5 OPS.
Di tingkat kabupaten, Kutai Kartanegara (Kukar) mencatat 17 dapur ber-SK dengan 10 sudah operasional, sedangkan Kutai Barat, PPU, Paser, dan Berau juga mulai bergerak meski skalanya lebih kecil. Sementara Mahakam Ulu masih nihil dapur aktif.
Potensi 372 Dapur, Uang Berputar Capai Miliaran
Khusus kawasan aglomerasi perkotaan di Kaltim, potensi pengembangan SPPG bisa mencapai 372 unit dapur, dengan 315 di antaranya sudah mengajukan izin pengelolaan.
Jika semuanya terealisasi, potensi penerima manfaat bisa menembus 1,1 juta orang, sementara saat ini baru sekitar 131 ribu warga yang mendapat layanan pangan bergizi.
Namun, dari sisi kualitas, tantangan masih besar. Dari 24 pengajuan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), baru satu SPPG di Samarinda yang lolos uji laboratorium.
Program MBG bukan sekadar dapur sosial, tapi juga sumber perputaran ekonomi lokal miliaran rupiah setiap bulannya.
Dengan sistem pembayaran di muka dan pengawasan digital, program ini diharapkan bisa menjadi model pengelolaan pangan bergizi yang efisien dan akuntabel — meski PR soal sertifikasi higienitas masih menunggu pembenahan. (isa)
Tag




