Arus Publik

Warga Matalibaq Buka Suara: Investasi yang Injak Hak Adat Harus Dihentikan

Konflik Agraria 3 Tahun, Warga Gelar Aksi Damai di Mahakam Ulu

Senin, 6 April 2026 22:59

WARGA - Masyarakat Adat Kampung Matalibaq, Kecamatan Long Hubung, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, akhirnya angkat suara. Setelah konflik agraria yang berlarut sejak 2022, mereka menggelar aksi damai pada Senin (6/4/2026), menuntut satu hal mendasar: hentikan perampasan lahan dan kembalikan

“Tidak ada lagi ruang untuk greenwashing. Perusahaan harus memilih: memperbaiki pelanggaran atau menghadapi konsekuensi global,” tegas Fathur.

Rekomendasi: Audit, Investigasi, dan Mediasi Independen

Sebagai jalan keluar, WALHI Kaltim mendorong langkah konkret:

  • Investigasi independen atas dugaan perampasan lahan
  • Mediasi dengan pihak ketiga yang netral
  • Verifikasi batas wilayah adat dan konsesi
  • Audit sosial dan lingkungan perusahaan

Tanpa itu, konflik berpotensi terus berulang.

Konflik Belum Usai, Tekanan Makin Besar

Kasus Matalibaq kini bukan lagi sekadar konflik lokal.

Isu ini mulai menyentuh reputasi global perusahaan, terutama terkait komitmen lingkungan dan HAM.

Di tengah meningkatnya tuntutan transparansi, tekanan terhadap perusahaan dipastikan akan terus membesar.

Sementara bagi warga Matalibaq, perjuangan mereka tetap sederhana:

mengembalikan tanah, menjaga adat, dan mempertahankan ruang hidup. (red)

 

Tag

MORE