Ibu Asuh: “Saya Lihat Sendiri Proses Visum”
Sementara itu, RL, ibu asuh sekaligus pelapor dalam kasus ini, membenarkan adanya luka robek yang ditemukan dalam visum kedua.
Ia sendiri mengaku menyaksikan langsung proses visum di RS Dirgahayu.
“Saya lihat dokter memeriksa anak saya dari kepala sampai kaki, termasuk bagian sensitifnya. Saat saya terima hasilnya, saya baca sendiri ada luka robek lama di selaput darah kelamin akibat persentuhan tumpul,” ujar RL menangis.
RL juga mengkritik keras proses visum pertama yang dilakukan di Rumah Sakit AWS.
“Kenapa waktu itu anak saya tidak diperiksa sampai ke kemaluannya? Padahal itu visum repertum. Kalau sejak awal diperiksa benar, mungkin kami tidak harus menunggu lama seperti ini,” sesalnya.
Pihak Panti Membantah, Soroti Riwayat Tantrum Korban
Dikonfirmasi terpisah, AY selaku bendahara panti, membantah keras bahwa luka tersebut terjadi selama korban berada di bawah pengasuhan mereka.
Terkait temuan luka di selaput dara kelamin, AY tidak tahu-menahu dan enggan berspekulasi apakah terjadi sebelum atau sesudah korban tinggal di panti.
“Kami cuma bisa cerita selama dia di sini. Kalau di luar itu, kami enggak tahu. Yang jelas, waktu dibawa ibunya, kami tidak diberi tahu. Kami malah diblokir,” ujarnya saat ditemui langsung di lokasi panti di hari yang sama.
Riwayat Penyakit Tantrum Disebut Jadi Luka di Kepala
Terkait luka di kepala yang tercatat dalam visum, AY menyebut bahwa NJ memiliki riwayat membenturkan kepala sendiri karena mengalami gejala tantrum berat.
Tag



