"Austin protes ke sekolah dan kepala sekolahnya, tapi dia malah diblokir. Sekarang dia tidak bisa lagi memberikan tag atau berkomunikasi melalui akun resmi sekolah tersebut," kata Rifky.
Rifky juga menyoroti adanya dugaan kedekatan personal antara pimpinan sekolah dengan figur politik terkait, meskipun ia menegaskan hal tersebut masih bersifat informasi simpang siur yang perlu dikonfirmasi lebih lanjut.
Tindakan Pasca-Viral
Hingga berita ini diturunkan, terdapat dinamika yang berbeda antar sekolah di Kalimantan Timur.
Rifky memantau bahwa beberapa sekolah seperti SMA 3 dan SMA 11 Samarinda telah menurunkan (take down) video serupa setelah mendapat kritik publik.
Namun, akun SMAN 1 Samarinda terpantau masih mempertahankan unggahan tersebut.
Kasus ini kini menjadi diskursus publik di Kalimantan Timur mengenai batasan antara apresiasi kebijakan pemerintah dan pemanfaatan fasilitas negara untuk kepentingan politik.
Publik kini menunggu pernyataan resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur terkait polemik ini. (son)
Tag




