Karena itu, menurutnya, tidak ada alasan bagi pihak pemerintah untuk mengabaikan agenda yang sudah dijadwalkan.
“Jam 10.00 kan undangannya. Sekarang sudah jam berapa?" katanya.
Jahidin mengungkapkan para anggota dewan beserta tamu undangan telah menunggu lebih dari dua jam tanpa memperoleh informasi maupun konfirmasi yang jelas dari pihak Pemprov Kaltim.
“Ya, kita sudah menunggu dua jam lebih, tamu juga sudah nunggu. Enggak ada kabar sama sekali,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai kekecewaannya terhadap absennya pemerintah daerah dalam agenda tersebut, Jahidin menegaskan kekecewaan itu tidak hanya dirasakan dirinya sebagai anggota DPRD.
“Saya sudah membuat statement itu berarti kecewa kan? Bukan kecewa saya sendiri, rakyat Kalimantan Timur kecewa,” tegasnya.
Ia menambahkan DPRD sebenarnya telah berupaya menghubungi pihak Pemprov untuk meminta kepastian kehadiran.
Namun hingga rapat ditunda, tidak ada perwakilan yang datang memenuhi agenda paripurna tersebut.
“Sudah ditelepon,” singkatnya menutup.
Pemprov Tak Hadir, DPRD Minta Tata Kelola Administrasi Diperbaiki
Wakil Ketua I DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis membenarkan rapat paripurna terpaksa ditunda setelah pihak Pemprov Kaltim tidak hadir sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Menurut Ananda, rapat yang semula digelar pada pagi hari itu direncanakan dijadwalkan ulang pada malam hari.
"Ya, ditunda. Ada kesibukan. Ditunda, rencananya ditunda malam ini," kata Ananda usai rapat paripurna batal digelar.
Tag



