Berdasarkan data pusat, potensi utama kawasan UPT Keladen adalah pengembangan tanaman jagung.
Sembari menunggu masa panen pertama, para transmigran juga dapat bekerja di perkebunan kelapa sawit yang lokasinya berdekatan dengan pemukiman.
Hal ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan ekonomi keluarga transmigran sejak awal mereka menempati kawasan tersebut.
Rozani menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya memberikan rumah dan lahan, tetapi juga menyiapkan program pendampingan jangka panjang. Setelah dua tahun masa adaptasi, para transmigran akan mendapatkan pelatihan pascapanen untuk meningkatkan hasil pertanian serta bantuan modal usaha agar mereka bisa mengembangkan produk pertanian bernilai tambah.
Dengan program ini, Pemprov Kaltim berharap transmigrasi di Paser tidak hanya menjadi solusi pemukiman, tetapi juga mampu melahirkan masyarakat mandiri dengan ekonomi yang berkelanjutan. (adv)
Tag




