Arus Daerah

Konservasi Alam

Tertarik Eksplorasi? Daftar 11 Konservasi Alam hingga Taman Nasional Tersebar di Kalimantan

Yuk, intip kekayaan alam tanah Borneo!

Selasa, 26 Agustus 2025 13:37

KONSERVASI ALAM - Potret kawasan Konservasi Alam hingga Taman Nasional yang tersebar di Kalimantan (Foto: Dok. KWPLH Balikpapan, Mongabay, dan Taman Nasional Kayan Mentarang)

Taman Nasional Danau Sentarum di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, membentang seluas 130.000 hektare dan dikenal sebagai salah satu kawasan rawa tergenang terunik di dunia.

Selama sepuluh bulan dalam setahun, air Sungai Kapuas membanjiri kawasan ini, membentuk hamparan lahan basah luas dengan ekosistem yang langka.

Kawasan ini menjadi rumah bagi ratusan spesies tumbuhan, termasuk anggrek endemik, serta 265 jenis ikan air tawar, dari Arwana Super Red hingga Tapah raksasa.

Satwa langka, seperti Bekantan, Orangutan, Macan Dahan, hingga burung Rangkong juga hidup di sini.

Selain kekayaan hayati, Danau Sentarum menyimpan pesona budaya, mulai dari rumah betang, ritual adat suku Iban dan Kantuk, hingga tradisi Melayu mengelola ikan dan lebah.

Taman Nasional Gunung Palung

Taman Nasional Gunung Palung di Kayong Utara dan Ketapang, Kalimantan Barat, awalnya ditetapkan sebagai cagar alam 300 km² pada 1937.

Statusnya naik menjadi suaka margasatwa pada 1981, lalu resmi menjadi taman nasional seluas ±90.000 hektare pada 1990.

Setelah diperluas lagi pada 2014, kini arealnya mencapai 108.043 hektare, mencakup enam kecamatan.

Dengan ekosistem paling lengkap di Indonesia, kawasan ini menjadi rumah bagi Gunung Palung (1.116 mdpl), sekitar 2.500 orangutan liar, bekantan, hingga kijang mini yang langka.

Sejak 2003, masyarakat sekitar melalui Orangutan Protection & Monitoring Units (OPMU) ikut aktif menjaga kelestarian hutan, dengan dukungan lembaga konservasi internasional.

KALIMANTAN TENGAH

Taman Nasional Sebangau

Sebelum berstatus taman nasional, Sebangau sempat menjadi wilayah Hak Pengusahaan Hutan (HPH) sejak 1970-an hingga 1990-an.

Setelah itu, marak illegal logging dengan penggalian parit di hutan rawa gambut, yang merusak hidrologi, mengurangi cadangan air, dan memicu kebakaran besar pada 1992, 1994, 1997, dan 2002.

Melihat kerusakan sekaligus potensi alamnya, WWF Sunderland Biorigion mengusulkan Sungai Sebangau dan Katingan masuk RTRW sebagai kawasan perlindungan.

Usulan ini mencakup hutan Sebangau di Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, dan Katingan.

Akhirnya, lewat SK Menteri Kehutanan No. 423/Kpts-II/2004 pada 19 Oktober 2004, Taman Nasional Sebangau resmi ditetapkan dengan luas ±568.700 hektare, mencakup tiga wilayah administratif tersebut.

Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya

Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) adalah kawasan konservasi di jantung Kalimantan, membentang di perbatasan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

TNBBBR memiliki peran vital sebagai daerah tangkapan air bagi DAS Melawi (Kalimantan Barat) dan Sungai Katingan (Kalimantan Tengah).

Resmi ditetapkan pada 1992 dengan luas 181.090 hektare, kawasan ini merepresentasikan hutan hujan tropis pegunungan Pegunungan Schwaner.

Kekayaan hayatinya luar biasa, dengan 817 jenis tumbuhan dari 139 famili, termasuk Dipterocarpaceae, anggrek hutan, dan bunga Rafflesia.

Ada pula tumbuhan endemik, seperti Symplocos rayae dan Dillenia beccariana.

Faunanya mencakup beruang madu, kancil, musang wisel, hingga primata langka, seperti orangutan, lutung merah, owa ungko, dan kelempiau.

Taman Nasional Tanjung Puting

Tag

MORE