Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) berada di semenanjung barat daya Kalimantan Tengah, mencakup 415.040 hektare di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan.
Awalnya ditetapkan sebagai Cagar Alam dan Suaka Margasatwa pada 1937, kawasan ini beberapa kali mengalami perubahan status dan perluasan, termasuk penambahan hutan bekas konsesi dan perairan hingga mencapai luas sekarang.
Pada 1977, UNESCO menetapkannya sebagai Cagar Biosfer, dan sejak 1996 resmi berstatus taman nasional melalui SK Menteri Kehutanan.
Kawasan ini dikelola oleh Balai TN Tanjung Puting di bawah Ditjen KSDAE KLHK, dengan tujuan utama melindungi satwa langka seperti orangutan (Pongo pygmaeus) dan bekantan (Nasalis larvatus).
KALIMANTAN UTARA
Taman Nasional Kayan Mentarang
Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) di Kalimantan Utara merupakan taman nasional terluas di Kalimantan dengan area lebih dari 1,27 juta hektare.
Terletak di Kabupaten Malinau dan Nunukan, kawasan ini berbatasan langsung dengan Sabah dan Sarawak (Malaysia) serta menjadi bagian dari inisiatif Heart of Borneo.
TNKM menyimpan kekayaan hayati luar biasa, 132 jenis anggrek, 150 mamalia, 310 burung, hingga flora-fauna endemik seperti banteng Kalimantan dan Rafflesia.
Sejak 1991, kawasan ini juga memiliki stasiun penelitian hutan tropis yang menarik banyak ilmuwan.
Selain penting secara ekologi, TNKM lekat dengan kehidupan masyarakat adat Dayak dari 11 wilayah adat, menjadikannya taman nasional pertama di Indonesia yang dikelola secara kolaboratif dengan warga lokal.
Nilai sejarahnya pun kuat, mulai dari masa kolonial, Konfrontasi Indonesia–Malaysia, hingga peninggalan budaya kuno.
Meski aksesnya sulit, hanya bisa ditempuh lewat sungai atau pesawat perintis, TNKM menawarkan pengalaman petualangan unik dengan kombinasi alam, budaya, dan sejarah yang memukau.
KALIMANTAN SELATAN
Pegunungan Meratus
Pegunungan Meratus membentang sepanjang 600 km di tenggara Kalimantan, menjadi punggung alam Kalimantan Selatan sekaligus habitat keanekaragaman hayati penting.
Puncaknya, Gunung Halau-Halau (1.901 mdpl), berada di kawasan yang kaya flora endemik, satwa khas Kalimantan, hingga penemuan spesies burung baru.
Selain bernilai ekologi dan geologi purba, Meratus juga menyimpan potensi wisata alam dan sejarah.
Pemerintah berencana mengubah hutan lindung Meratus menjadi Taman Nasional, dengan alasan konservasi dan pemberdayaan masyarakat.
Rencana ini menuai penolakan dari Masyarakat Adat Dayak Meratus karena lebih dari separuh usulan berada di wilayah adat mereka.
Mereka khawatir akan tergusur dan kehilangan ruang hidup sehingga lahir resolusi bersama menolak kebijakan tersebut.
Pemerintah menyatakan masih mempertimbangkan penolakan itu sebelum menetapkan keputusan final.
Penutup
Itulah beragam kawasan konservasi alam hingga taman nasional yang ada di Kalimantan.
Dengan kekayaan hayati dan hewani di dalamnya, taman nasional di Kalimantan ini bisa menjadi destinasi wisata yang menarik.
Apakah kamu tertarik berkunjung ke taman nasional yang ada di Kalimantan? (apr)




