ARUSBAWAH.CO - Pegunungan Meratus, yang membentang di tenggara Pulau Kalimantan, menjadi garis pemisah alami Provinsi Kalimantan Selatan.
Panjang Meratus mencapai sekitar 600 km dari barat daya ke timur laut, lalu berbelok ke utara hingga perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.
Gunung Halau-Halau, dengan ketinggian 1.901 mdpl, menjadi puncak tertinggi di kawasan Meratus ini.
Meratus melintasi delapan kabupaten di Kalsel, termasuk Hulu Sungai Tengah, Balangan, Hulu Sungai Selatan, Tabalong, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Banjar, dan Tapin.
Wilayah Meratus juga merambah Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara, dan Kutai Barat di Kaltim, serta sebagian Barito Utara dan Barito Timur di Kalteng.
Secara geologi, Meratus adalah hamparan ofiolit tertua di Indonesia, berusia sekitar 150-200 juta tahun.
Geolog UPN Veteran Yogyakarta, Joko Susilo, menyebut kawasan Meratus ini unik karena merupakan lokasi pertemuan lempeng tektonik purba yang membentuk relief khas di Kalsel.
Destinasi Wisata Alam dan Pusat Keanekaragaman Hayati
Kondisi geografis Meratus menghadirkan beragam destinasi wisata, seperti Air Terjun Bajuan, Hanai, Haratai, hingga Manding Tangkaramin.
Ada pula mata air panas Batu Bini, Hantakan, Taruhi, dan goa-goa eksotis, seperti Goa Air Kukup, Batu Hapu, serta Liang Udud.
Kawasan Meratus juga menjadi habitat berbagai flora, seperti meranti, kanari, nyatoh, durian, agathis, hingga anggrek tebu dan anggrek sendok yang dilindungi.
Faunanya di Meratus, meliputi satwa endemik Kalimantan, seperti bekantan, burung enggang, owa-owa, beruang madu, kijang pelaihari, dan rusa sambar.
Penemuan Spesies Baru dari Meratus
Sejak 2016, penelitian oleh BRIN bersama Louisiana State University berhasil menemukan dua spesies burung baru, yaitu sikatan kadayang (Cyornis kadayangensis) dan kacamata meratus (Zosterops meratusensis).
Keduanya memiliki ciri morfologi khas yang membedakannya dari kerabat dekat di pulau ini.
Peneliti BRIN, Tri Haryoko, menjelaskan bahwa kacamata meratus memiliki warna hijau zaitun dengan semburat kekuningan di bagian bawah, sedangkan sikatan kadayang menampilkan kombinasi biru di bagian atas dan cokelat jingga hingga putih di bagian bawah.
Ancaman dan Upaya Konservasi
Isolasi Pegunungan Meratus dari rangkaian pegunungan lain menciptakan komunitas fauna unik.
Namun, kerusakan habitat di dataran rendah dan perburuan liar, khususnya burung berkicau, mengancam kelestariannya.
Tag



