Komisi II DPRD berencana memantau kinerja PDAM setiap tiga bulan untuk memastikan ada perbaikan konkret.
“Kami akan monitor terus per tiga bulan apakah ada pengurangan NRW dan pengurangan cost produksi supaya kinerja PDAM makin bagus dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik," jelas Iswandi.
Selain kualitas, distribusi air bersih juga belum merata. Saat ini cakupan layanan PDAM di Samarinda baru sekitar 80 persen, sementara wilayah pinggiran masih banyak yang belum teraliri.
“Target Pak Wali 2029 PDAM teraliri di Kota Samarinda. Sekarang masih sekitar 80 persen, di pinggiran masih banyak yang belum teraliri, harapannya bisa dipercepat," pungkasnya.
(raf)
Baca juga:
- Ketua PUSHAM Unmul: Konten Diskriminatif terhadap Disabilitas Bukan Candaan, Itu Kekerasan Simbolik
- Evaluasi PAD Samarinda 2025: Pajak Belum Capai Target, DPRD Soroti Potensi PBJT Rumah Makan dan Kinerja BUMD
- Seberapa Laris Kos Syariah Aset Pemkot di Jalan Perjuangan? Biaya Sewanya Rp2 Jutaan per Bulan
- Menuju Revisi UU Pemilu 2026, Pengamat Nilai Ambang Batas Parlemen Nol Persen Lebih Fair
Tag




