Arus Publik

Jembatan Ditabrak

Tak Mau Lagi Sekedar Ganti Rugi, Pemprov Kaltim Ambil Sikap! Wagub Seno: Kita Tempuh Jalur Hukum

Rentetan Tabrakan Jembatan di Sungai Mahakam

Senin, 26 Januari 2026 22:44

Kolase Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji/Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Serangkaian insiden kapal menabrak jembatan di Sungai Mahakam kembali membuka borok lama lemahnya pengawasan keselamatan pelayaran di jalur sungai tersibuk Kalimantan Timur.

Dalam waktu kurang dari setahun, lima kali benturan terjadi, dan semuanya di luar jam resmi pemanduan.

Sungai Mahakam bukan jalur air biasa.

Di atasnya bertumpu lalu lintas logistik, distribusi batu bara, hingga mobilitas harian warga Samarinda.

Namun pengawasan keselamatan di jalur ini justru tampak longgar.

 

Pola Insiden Berulang di Luar Jam Pemanduan

Catatan redaksi Arusbawah.co insiden sejak Februari 2025 hingga Januari 2026 menunjukkan pola seragam.

Kapal Tongkang hanyut, tali tambat putus, arus deras, lalu jembatan jadi sasaran.

Hampir semuanya terjadi dini hari.

Seluruh kejadian berlangsung di luar jam operasional Sistem Prosedur pemanduan kapal (Sispro), yang hanya berlaku pukul 06.00 hingga 18.00 Wita.

Di luar waktu itu, kapal seharusnya tidak boleh melintas.

Jembatan Mahakam I dan Mahakam Ulu Jadi Sasaran

Namun, aturan itu tetap dilanggar dua jembatan di Samarinda, Mahakam I dan Mahakam Ulu, paling sering menerima sialnya.

Fender pengaman copot dan tenggelam, pilar tergores, struktur miring, bahkan ada penyangga yang kini berdiri tanpa perlindungan memadai.

Pernyataan Wakil Gubernur Kaltim

Tag

MORE