“Bagaimana kami melapor ke provinsi kalau putusan kota saja tidak ada hitam di atas putih,” katanya.
Ia menilai praktik ini mencoreng nama baik IDI dan MKEK di Samarinda.
Sebagai lembaga etik, seharusnya transparansi menjadi fondasi utama.
“Ini sejarah baru. Keputusan etik disampaikan secara lisan. Lucu, padahal ini orang-orang intelektual,” ucap Titus.
Ancaman Buka Korban Malpraktik Lain
Titus menegaskan pihaknya akan tetap melanjutkan proses laporan ke IDI tingkat Provinsi.
Ia juga membuka kemungkinan menghadirkan korban lain dari dokter yang sama jika persoalan ini tidak diselesaikan secara terbuka.
“Kalau sistemnya seperti ini, pasien mau cari keadilan ke mana,” katanya.
Upaya Konfirmasi ke Ketua IDI Samarinda
Usai konferensi pers, wartawan Arusbawah.co berupaya mengonfirmasi pernyataan tersebut kepada Ketua IDI Samarinda, dr Andriansyah.
Upaya konfirmasi dilakukan melalui panggilan telepon WhatsApp serta pengiriman pesan WhatsApp secara langsung ke nomor yang bersangkutan.
Hingga berita ini ditulis dan diterbitkan, panggilan telepon tidak diangkat dan pesan yang dikirim belum mendapatkan balasan.
Redaksi Arusbawah.co tetap membuka ruang hak jawab dan akan memuat klarifikasi dari pihak IDI Samarinda apabila telah diterima.
(wan)
Tag




