Arus Publik

CELIOS

Studi CELIOS: Sumber Daya Alam Dikeruk, Daerah Penghasil Dinilai Belum Menikmati Hasil Kekayaannya

Daerah kaya SDA dinilai belum menikmati nilai tambah ekonomi

Kamis, 21 Mei 2026 10:54

ILUSTRASI - Tumpukan kayu di kawasan pesisir Sumatra. CELIOS menilai eksploitasi SDA memperlebar ketimpangan ekonomi daerah dan pusat/Sumber: UGM

ARUSBAWAH.CO - Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menilai ketimpangan ekonomi di Indonesia tidak lepas dari kuatnya pengaruh oligarki dalam pengelolaan sumber daya alam dan kebijakan ekonomi nasional.

Dalam laporan Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026, CELIOS menyebut banyak wilayah di luar Pulau Jawa kaya akan sumber daya alam, tetapi keuntungan ekonominya justru lebih banyak terkonsentrasi di pusat kekuasaan dan kelompok elite bisnis.

Laporan tersebut menyoroti daerah seperti Kalimantan, Sumatra, Nusa Tenggara Barat hingga Papua yang menjadi lokasi eksploitasi sumber daya alam berskala besar.

“Hutan dibabat, tanah dilubangi, dan ruang hidup masyarakat lokal dikorbankan, akan tetapi pusat kendali, aliran keuntungan, dan kehidupan para elite justru terkonsentrasi di Jakarta dan sebagian kota di Pulau Jawa,” tulis laporan tersebut.

CELIOS menyebut masyarakat daerah penghasil sumber daya alam justru harus menghadapi berbagai dampak sosial dan lingkungan, mulai dari kerusakan alam hingga ketimpangan pembangunan.

Daerah Kaya SDA Dinilai Belum Menikmati Nilai Tambah Ekonomi

Dalam laporan itu, CELIOS juga menampilkan data ketimpangan regional berdasarkan pulau di Indonesia.

Pulau Jawa disebut menjadi wilayah dengan konsentrasi Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar, sementara sejumlah daerah penghasil sumber daya alam masih memiliki tingkat kemiskinan relatif tinggi.

Tag

MORE