Menjelang petang, suasana mulai meredup. Tapi diskusi belum benar-benar selesai. Masih ada warga yang bertahan, melanjutkan obrolan di luar forum resmi.
Bagi sebagian orang, sosialisasi perda mungkin hanya rutinitas. Tapi di Manunggal Jaya, sore itu terasa berbeda. Lebih cair, lebih hidup.
Di akhir kegiatan, Didik menutup dengan satu penekanan sederhana—tentang manusia.
“Kalau kita ingin daerah ini maju, kuncinya ada di manusianya. Pendidikan dan wawasan kebangsaan itu fondasi,” ucapnya.
Tak ada panggung megah. Tak ada seremoni panjang. Tapi dari percakapan sederhana sore itu, satu hal terasa jelas: aturan mungkin lahir dari kebijakan, tapi maknanya tumbuh dari obrolan warga. (adv)
Baca juga:
Tag




