Permintaan Dikoreksi di Tengah Budaya Internal Pemprov
Poin menarik lainnya adalah pengakuan Rudy mengenai dinamika internal di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.
Ia mengisyaratkan adanya rasa sungkan dari para bawahannya untuk mengingatkan pimpinan saat terjadi kesalahan bicara atau kebijakan.
"Makanya teman-teman dari Pemprov itu takut kalau saya ngomong blunder. Dia enggak bisa koreksi saya. Maka teman-teman di Pemprov Kaltim menginginkan biar mereka saja yang komunikasi," ungkap Rudy secara terbuka.
Rudy pun secara eksplisit meminta media dan masyarakat untuk menjalankan peran sebagai kontrol sosial, bukan sekadar membesarkan berita tanpa adanya masukan.
"Tapi kalau Pak Gubernur yang salah, tidak bisa dikoreksi. Saya harap teman-teman ini sebagai kontrol sosial agar hal-hal yang salah bisa diperbaiki," pungkasnya.
Pernyataan ini kini menjadi tolok ukur publik dalam melihat sejauh mana keterbukaan pemerintah terhadap kritik atas kebijakan anggaran ke depannya. (son)
- “Kaltim Tidak Baik-Baik Saja” Teriak Ibu Veronika di Demo 21 April Kaltim! Bela Anak Disabilitas
- Pukul 16.30 WITA Kemarin, Dua Spanduk Raksasa Warnai Aksi Mahasiswa di Depan Kantor Gubernur Kaltim
- Bola Ada di DPRD, Kapan Ditendang? Publik Tunggu Keberanian Dewan Tanya Rudy soal Mobil Dinas - Rumah Jabatan
Tag




