ARUSBAWAH.CO - Aksi unjuk rasa gabungan masyarakat dan mahasiswa di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada Selasa (21/4/2026) sore kemarin menampilkan momen yang tidak biasa.
Ibu Veronika yang mengaku sehari-hari bekerja sebagai sopir lintas Kaltim naik ke atas panggung untuk menyuarakan nasib anak-anak penyandang disabilitas (cacat).
Dalam orasinya sekitar pukul 15.00 WITA, ibu berpakaian serba hitam ini menyatakan bahwa kehadirannya adalah untuk mendampingi anak-anak cacat yang ikut turun ke jalan.
Menurutnya, ini adalah kejadian pertama kali dalam sejarah aksi unjuk rasa di Kalimantan Timur.
Anak Cacat Turun ke Jalan Jadi Sejarah
"Saya di sini hadir pertama kali untuk ikut demo, untuk mendampingi anak cacat se-Kalimantan Timur. Sejarah baru untuk Kalimantan Timur ada anak cacat ikut demo. Berarti Kalimantan Timur sedang tidak baik-baik saja sampai anak cacat harus turun ke jalan," teriaknya di depan massa aksi.
Ia menjelaskan bahwa alasan utama mereka turun ke jalan adalah karena merasa hak-hak anak cacat telah diambil oleh pemerintah.
Ia menuding Gubernur telah mengambil hak-hak dasar yang seharusnya diterima oleh kelompok tersebut.
"Kenapa mereka turun jalan? Karena Gubernur mengambil hak-hak anak cacat di Kalimantan Timur. Kalau hak anak cacat saja diambil, apalagi hak kalian yang lain, pasti akan diambil juga. Jangan diam, bicaralah!" ajaknya kepada massa yang hadir.
- Bola Ada di DPRD, Kapan Ditendang? Publik Tunggu Keberanian Dewan Tanya Rudy soal Mobil Dinas - Rumah Jabatan
- Pasca-Demo 21 April: Pilar-pilar Pagar Kantor Gubernur Kaltim Dipenuhi Coretan Makian, Kawat Berduri Masih Terpasang
- Tak Nampak Batang Hidungnya di Aksi Demo Kaltim 21 April, Ke Mana Ketua DPRD Hasan Mas'ud?




