Anhar Gonggong membandingkan kemewahan di istana gubernur tersebut dengan kondisi jalanan di Kalimantan Timur yang hingga kini masih banyak yang rusak parah.
"Gubernur Kalimantan Timur itu punya mobil 8,5 miliar. Apa yang sekarang terjadi? Sekarang di dia jalan rusak lebih banyak. Apa yang dia mau lakukan? Sedang merancang untuk mau membangun rumah gubernur yang harganya ratusan miliar. Masuk akal enggak?" ucapnya dengan nada sangsi.
Ia menutup pernyataannya dengan mengingatkan bahwa pemimpin seharusnya ikut merasakan beban rakyat, bukan malah menikmati fasilitas mewah sendirian dengan alasan harga diri daerah.
"Yang enak ya gubernurnya. Tapi dia katakan melakukan itu demi marwah masyarakat. Masuk akal tidak? Marwah masyarakat itu kalau jalanannya bagus, kalau rakyatnya tidak lapar," pungkas Anhar.
Hingga kini, banyak warga yang mendesak agar pemerintah lebih fokus memperbaiki jalan dan kebutuhan pokok masyarakat daripada mempercantik rumah dinas dengan fasilitas yang mewah. (son)
- Soal Isu Bankeu Dipangkas, Sekda Sri Wahyuni: Kita Bekerja Sesuai Aturan
- Diskominfo Kaltim Buka Data Belanja Rp25,1 Miliar, Faisal Rinci Rp12 Miliar untuk Rujab Gubernur, Rp4,9 Miliar Wagub, dan Rp8,2 Miliar Kantor Gubernur
- Anggaran Jamuan Tamu di Harum Resort Dipertanyakan, Castro: Sangat Tidak Pantas
Tag




