Total uang rakyat yang digunakan untuk renovasi rumah tersebut mencapai Rp25 miliar.
Meski alasan resminya adalah karena bangunan lama tidak ditempati dan rusak, namun isi anggarannya memicu kontroversi.
Di dalam dokumen pengadaan, ditemukan rencana belanja untuk fasilitas yang dinilai tidak mendesak, seperti:
- Aquarium air laut dengan harga Rp198 juta.
- Ruang fitness dan biliar senilai Rp195,5 juta.
- Layar raksasa (videotron) di dalam rumah jabatan Wakil Gubernur seharga Rp782 juta.
Baca juga:
- Aksi 4.000 Massa Disiapkan Kepung Kantor Gajah Mada 21 April, Bawa Isu Dinasti Politik hingga Dorong Dewan Keluarkan Hak Angket
- Pergub 25/2025 Ditandatangani Rudy Mas'ud, Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja Dibiayai Pemda Provinsi
- Soal Renovasi Rp 25 Miliar di Gubernuran, Dosen Unmul: Banyak Honorer dan Dosen belum Punya Rumah




