Novan juga memperkenalkan berbagai teknik penulisan puisi seperti akrostik, pararima, naratif, dan aliterasi, lengkap dengan contoh dari penyair nasional seperti Aan Mansyur, Rustam Effendi, dan Goenawan Mohamad, serta karya Korrie Layun Rampan dari Kalimantan Timur.
Ia menekankan pentingnya penggunaan metafora, personifikasi, simile, dan repetisi untuk memperkaya bahasa dan memperdalam makna.
Selain itu, unsur-unsur seperti diksi, tema, nada, dan suasana disebutnya sebagai bagian penting dalam membangun pengalaman emosional pembaca.
Menggali Imajinasi Kultural Kalimantan Timur
Dalam konteks lokal, Novan mengajak para peserta untuk berani mengeksplorasi imajinasi kultural Kalimantan Timur, mulai dari kehidupan di tepian sungai, hutan, ritual adat, hingga kisah masyarakat pesisir.
“Sungai, hutan, dan hantu adalah tiga entitas yang saling terkait dalam kebudayaan kita. Semua itu bisa menjadi bahan imajinatif yang kuat,” tutur Novan.
Lokakarya ini ditutup dengan pembacaan puisi “Riwayat Puisi Ini” karya Hasta Indriana, yang menyampaikan pesan tentang merawat puisi sebagai sesuatu yang lembut namun berdaya.
Tag



