“Ini bukan sekadar teknis pendaftaran, tapi membangun kepercayaan. Ada lembaga yang ragu melepas kliennya, khawatir anak tidak betah atau justru kehilangan pendampingan yang selama ini mereka dapatkan,” tambahnya.
Situasi ini diperparah oleh tekanan waktu. Pemerintah daerah diberi tenggat hingga akhir Agustus untuk melengkapi seluruh sarana-prasarana, termasuk kamar tidur, kasur, lemari, meja belajar, kursi, hingga perbaikan lapangan.
Khusus untuk SR di SMA 16, pengiriman perlengkapan untuk kebutuhan asrama, seperti tempat tidur, kasur, lemari, hingga kursi, baru dijadwalkan tiba akhir bulan ini, dengan harapan awal September sudah bisa mulai operasional.
“Bisa dimulai awal September untuk tahap 1C kalau sesuai rencana,” tuturnya.
Tetapi tanpa kuota SD yang terpenuhi, target sesuai desain pusat terancam tidak tercapai.
Dinsos Kaltim sudah menyiapkan opsi terakhir, jika sampai akhir Agustus kuota tidak penuh, jumlah yang ada tetap akan dilaporkan ke pusat.
“Kalau memang hanya satu kelas atau bahkan kurang, kami sampaikan apa adanya. Keputusan selanjutnya di tangan pusat. Prinsip kami, pendidikan tetap berjalan, tidak menunggu sampai kuota ideal,” pungkasnya. (pra)
Tag




