Sebagai informasi, Sekolah Rakyat Samarinda menampung 100 siswa, masing-masing 50 untuk jenjang SMP dan SMA, nantinya akan dibagi menjadi empat rombongan belajar, dengan 25 siswa, sehingga totalnya adalah 4 rombel, dua rombel untuk SMP dan dua rombel untuk SMA.
Guru yang akan mengajar sebanyak 19 (13 aktif, 6 dalam proses rekrutmen oleh Kementerian Sosial), bidang studi yang diajar diantaranya PPKN, bahasa Inggris, Matematika, Biologi, TIK (coding dan informatika umum), bahasa Indonesia, serta Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), yang terbagi menjadi Sejarah, Geografi, dan Sosiologi.
Kaltim Terkendala Kuota untuk Siswa SD
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menyebut tahap 1C di BLK dan SMA 16 Samarinda terkendala kuota siswa SD yang minim.
Hingga kini baru 20 anak yang mendaftar, jauh dari target 50 anak untuk dua kelas.
Hambatan utama berasal dari orang tua yang belum siap melepas anak tinggal di asrama, serta penolakan anak untuk berpisah dari keluarga.
“Penerimaan SD jauh lebih rumit dibanding SMP atau SMA. Bukan soal administrasi, tapi soal kesiapan mental dan emosional, baik anak maupun orang tua,” ucapnya.
Upaya jemput bola terus dilakukan. Dinsos Kaltim bersama pengelola BLK dan SMA 16 melakukan pendekatan ke Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dan pihak-pihak yang membina anak-anak dari keluarga miskin atau rentan.
Namun, tidak semua lembaga bersedia melepas anak binaannya.
Tag



