ARUSBAWAH.CO - Program Sekolah Rakyat di Samarinda menerapkan kurikulum dan sistem pembelajaran berbasis modul yang dirancang bersama Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Al Hikmah Surabaya.
Sebanyak 16 guru, termasuk kepala sekolah, wali asuh, dan wali asrama tengah disiapkan untuk mengajar di Sekolah Rakyat yang berlokasi di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kaltim.
Mereka nantinya akan dipusatkan di BPMP untuk mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) program Sekolah Rakyat pada 1 Agustus 2025 mendatang.
Sekolah Rakyat menggandeng YLPI Al Hikmah Surabaya sebagai mitra kerja dalam penyusunan kurikulum, modul pembelajaran, hingga akreditasi.
YLPI Al Hikmah Surabaya dipilih karena kesamaan visi dalam sistem pendidikan, terutama dalam pendekatan pembelajaran berbasis modul yang terintegrasi dengan kehidupan berasrama.
"Sekolah ini rancangannya berbeda dari sekolah umum. Kita gunakan sistem modul seperti yang diterapkan di Al Hikmah. Kurikulum difokuskan ke mata pelajaran yang mendukung kelanjutan ke perguruan tinggi," ujar Kepala Sekolah Rakyat, Hasyim, Senin (14/7/2025)
Kurikulum Sekolah Rakyat Tidak Gunakan Struktur Standar, Tapi Langsung ke Inti Materi
Menurut Hasyim, kurikulum yang digunakan di Sekolah Rakyat tidak mengikuti struktur standar sepenuhnya.
Sebaliknya, siswa langsung dipandu ke inti materi yang relevan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi nantinya.
Pembelajaran dirancang padat, langsung ke sasaran, dan tidak terlalu banyak pengulangan bab seperti di sekolah pada umumnya.
Pendekatan ini dinilai efisien, mengingat target utama program Sekolah Rakyat adalah membentuk lulusan yang siap melanjutkan pendidikan tinggi ke Universitas.
“Anak-anak ini kebanyakan berasal dari latar belakang keluarga miskin ekstrem. Kami harus pastikan mereka tidak hanya tamat SMA, tapi juga bisa masuk dan bertahan di perguruan tinggi,” jelas Hasyim.
Tag



