Pos tersebut digunakan untuk kebutuhan operasional pemerintahan sehari-hari, seperti ATK, listrik, air, internet, sewa gedung dan kendaraan, konsumsi rapat, jasa konsultan, hingga perjalanan dinas.
Belanja Modal Bontang Menyusut Lebih dari 45 Persen
Selain itu, pemangkasan juga terjadi pada belanja modal, yakni anggaran untuk pembangunan dan pengadaan aset jangka panjang.
Pada 2025, belanja modal Kota Bontang berada di kisaran Rp978,28 miliar, kemudian menyusut menjadi Rp537,36 miliar pada 2026.
Penurunannya mencapai Rp440,92 miliar, atau turun 45,06 persen.
Belanja modal mencakup pembangunan jalan, jembatan, gedung sekolah dan rumah sakit, pengadaan alat berat, kendaraan dinas, hingga infrastruktur air bersih.
Belanja Lainnya Juga Ikut Terpangkas
Sementara itu, belanja lainnya juga ikut dipangkas.
Pada 2025, belanja lainnya Kota Bontang tercatat Rp92,75 miliar, lalu turun menjadi Rp80,83 miliar pada 2026.
Selisih penurunannya sebesar Rp11,92 miliar, atau 12,85 persen.
Dengan demikian, pos belanja lainnya biasanya digunakan untuk hibah, bantuan sosial, bantuan keuangan ke daerah lain, serta belanja tak terduga untuk kondisi darurat.
(wan)
Tag




