Kepsek: Setuju Tapi Harus Realistis
Kepala SMA Negeri 16 Samarinda, Abdul Rozak Fahrudin, yang juga Ketua MKKS SMA/SMK Samarinda, menyatakan dukungannya.
Namun, ia menekankan pentingnya perencanaan teknis yang matang.
“Secara prinsip saya setuju. Tapi penerapan di lapangan harus dipikirkan betul, terutama titik jemput, waktu keberangkatan, dan rute yang efisien,” jelasnya.
Rozak menilai, kebijakan larangan siswa membawa motor tidak bisa berdiri sendiri tanpa solusi transportasi.
“Kalau pemerintah melarang siswa bawa motor, maka transportasinya harus dijamin. Itu baru adil,” tegasnya.
Ia juga menolak opsi siswa parkir di rumah warga.
“Itu malah menambah biaya dan mengganggu warga. Kalau mau larang, bus gratis harus tersedia,” ujarnya.
Tantangan Teknis dan Sosial
Menurut Rozak, masalah utama bukan hanya soal gratis atau tidak, melainkan efektivitas sistem transportasi.
Tag



