Alurnya, pekerja mendapat gaji → belanja di toko lokal → produsen mendapat pesanan → ekonomi bergerak.
“Makanya seret, Mas… ekonomi nggak ada efek. Kalau begini terus, ekonomi stagnan, Mas. Kalau nggak mau dibilang ekonomi macet," jelas Purwadi.
Selain itu, belanja subsidi tercatat belum terealisasi sama sekali (0 persen), sementara belanja hibah dan bantuan sosial baru sekitar 46–60 persen, menunjukkan sebagian dana belum tersalurkan ke masyarakat yang membutuhkan.
Realisasi belanja daerah menjadi indikator penting kinerja pemerintah.
Dengan capaian yang belum optimal ini, Pemerintah Kaltim diharapkan dapat mempercepat implementasi anggaran agar program pembangunan dan bantuan publik tepat sasaran sebelum akhir tahun, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lebih stabil. (pra)
Tag




