Pernyataan orator tersebut secara khusus mengaitkan tuntutan massa dengan peristiwa pengadaan mobil dinas mewah senilai Rp8,5 miliar di Kaltim yang sempat mencuat beberapa waktu lalu.
Orator membeberkan kronologi di mana setelah adanya sentilan atau kritik terbuka yang dilontarkan oleh Prabowo Subianto, unit mobil dinas tersebut akhirnya dikembalikan ke kas daerah.
Momentum itulah yang menjadi landasan utama massa dalam menuliskan pesan pada spanduk putih tersebut, dengan harapan suara mereka kembali didengar dan direspon oleh tokoh nasional tersebut sebagaimana kasus sebelumnya.
- Bola Ada di DPRD, Kapan Ditendang? Publik Tunggu Keberanian Dewan Tanya Rudy soal Mobil Dinas - Rumah Jabatan
- Pasca-Demo 21 April: Pilar-pilar Pagar Kantor Gubernur Kaltim Dipenuhi Coretan Makian, Kawat Berduri Masih Terpasang
- Tak Nampak Batang Hidungnya di Aksi Demo Kaltim 21 April, Ke Mana Ketua DPRD Hasan Mas'ud?
Dinamika Negosiasi di Halaman Kantor Gubernur
Memasuki pukul 17.30 WITA, saat matahari mulai terbenam, rangkaian aksi dilanjutkan dengan upaya kelompok mahasiswa untuk membawa pesan-pesan tersebut lebih dekat ke pusat kekuasaan daerah.
Massa meminta izin kepada aparat keamanan untuk membentangkan kedua spanduk tersebut di dalam area halaman Kantor Gubernur Kalimantan Timur sebagai simbolis penyerahan aspirasi.
Situasi sempat diwarnai dengan proses diskusi dan koordinasi antara perwakilan mahasiswa dengan pihak kepolisian yang melakukan penjagaan ketat.
Tag



