Arus Politik

PSI Kaltim Bidik Menang Pemilu, Tapi Suaranya Masih Tertinggal 23 Kali Lipat dari Golkar

Ketua DPD PSI Kaltim, Andi Adi Wijaya saat di temui awak media usai menghadiri Rakorwil PSI Kaltim di Fugo Hotel Samarinda, Sabtu (20/6/2026) lalu/Arusbawah.co

Ia menjelaskan, DPRT merupakan kepengurusan partai di tingkat kelurahan dan desa.

Menurut dia, konsolidasi terus dilakukan mulai dari DPD kabupaten dan kota, kecamatan, hingga kelurahan.

"Kalau DPC kita sudah 95 persen. Dari 105 kecamatan, kita sudah punya 95 DPC. Berarti tinggal sekitar 10 lagi dan mungkin dalam waktu dekat sudah terpenuhi," ujarnya.

Andi Adi Wijaya mengatakan masuknya sejumlah tokoh ke PSI menjadi bagian dari penguatan citra partai.

"Penguatan saja. Dengan adanya tokoh-tokoh masuk, citra PSI semakin baik di mata masyarakat," katanya.

Meski PSI belum memiliki wakil di DPR RI maupun DPRD Provinsi Kaltim, ia mengaku tetap optimistis.

"Tantangannya kita masih optimis. Yakinlah kalau kemarin PSI belum punya kursi karena belum punya motor, sekarang kita punya motor PSI," ujarnya.

Ketika ditanya soal target kursi pada Pemilu mendatang, Andi mengaku belum berani berbicara jauh.

"Ah, saya belum berani bicara ke situ. Tapi yakinlah PSI punya panggung di Kalimantan Timur," katanya.

Andi Adi Wijaya menegaskan, target PSI bukan hanya menjadi partai pendukung.

"Kami punya panggung politik nanti di Kalimantan Timur. Kami juga bisa masuk dalam bursa yang sekarang belum ada menjadi ada. Jadi PSI bukan hanya lagi partai pendukung, tapi bisa mengusung. Itu yang harus kami jalankan," ucapnya.

Jokowi Disebut Akan Turun Konsolidasi di 10 Kabupaten/Kota di Kaltim

Ia juga mengungkapkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo memiliki komitmen turun melakukan konsolidasi ke daerah-daerah di 10 Kabupaten/Kota di Kaltim.

Namun, kedatangan Jokowi bergantung pada kesiapan struktur partai di tingkat bawah.

"Kalau dari kabupaten kota sudah terbentuk sampai 100 persen DPRT, kemungkinan besar Bapak akan datang ke Kalimantan Timur," katanya.

Meski begitu, Andi Adi Wijaya belum dapat memastikan kapan agenda tersebut akan berlangsung.

"Belum bisa dijanjikan. Kita maksimalkan dulu. Kerja terus pokoknya setiap hari," pungkasnya.

 

Tag

MORE