“Sudah santer terdengar di masyarakat, tapi belum resmi dirilis. Developer jadi bingung karena pembeli sudah menunggu,” katanya.
Meski begitu, Bambang menegaskan bahwa program ini sangat positif karena bisa memangkas hampir separuh biaya administrasi pembelian rumah subsidi yang rata-rata mencapai Rp20 juta.
Namun ia mengingatkan agar perhatian pemerintah tidak hanya diberikan kepada pembeli.
“Kalau produsen rumah atau pengembang tidak dibantu, jumlah rumah tetap terbatas meski pembelinya banyak,” ujarnya.
REI Kaltim Kerjasama Dengan Aliansi HIMPERRA dan APERSI
Untuk memperkuat koordinasi, REI Kaltim bersama HIMPERRA dan APERSI membentuk aliansi tiga asosiasi yang akan menjadi pelaksana program Gratispol ini.
Mereka kini tengah menyusun daftar isian masalah yang akan diserahkan kepada Wakil Gubernur Seno Aji sebagai bahan evaluasi.
“Pemerintah sudah bergerak, tapi tantangannya tidak sedikit. Masyarakat juga perlu diedukasi agar paham bahwa pencairan dana pemerintah itu penuh proses. Kami harap semua pihak melihat program ini secara utuh, bukan hanya dari satu sisi,” tutup Bambang.
(wan)
Tag




