Sejak saat itu, MY mulai menyusun rencana untuk menjadikan korban sebagai sasaran penculikan dengan tujuan pemerasan.
Ia menilai anak korban bisa dijadikan alat tekanan agar keluarga bersedia membayar uang dalam jumlah besar.
Ancaman Tebusan Rp200 Juta Sebelum Aksi Pembunuhan
Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, menjelaskan bahwa pelaku sempat mengirimkan ancaman pemerasan kepada keluarga korban.
Pelaku mengirim potongan kardus berisi tulisan tangan yang berisi permintaan uang tebusan sebesar Rp200 juta, yang dikirim ke sebuah rekening tertentu disertai ancaman keras.
Namun sebelum uang tersebut dipenuhi, pelaku lebih dulu melakukan tindakan keji terhadap korban.
Korban Diduga Ditenggelamkan di Sungai Dekat Masjid Agung Sangatta
Nahas, korban ditemukan telah meninggal dunia setelah diduga dicekik dan ditenggelamkan oleh pelaku di sebuah sungai di sekitar Masjid Agung Al-Falah Sangatta.
Peristiwa ini terjadi sebelum keluarga sempat memenuhi permintaan uang tebusan.
Polisi masih mendalami apakah terdapat motif lain di balik tindakan pelaku, termasuk alasan pelaku tidak menunggu proses pemerasan selesai.
Kronologi Hilangnya Korban
Kejadian bermula pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 19.00 WITA.
Saat itu ibu korban sempat mengajak anaknya membuang sampah, namun korban memilih tetap bermain di rumah. Setelah kembali, ibu korban mendapati anaknya sudah tidak ada.
Pencarian dilakukan di sekitar lingkungan, namun tidak membuahkan hasil.
Seorang teman korban kemudian memberikan keterangan bahwa korban dibawa seorang pria menggunakan motor Honda Scoopy putih, memakai jaket dan atribut ojek online.
Tag



