Pada 2026, Pemprov Kaltim bersama pemerintah pusat akan membuka hingga 200 hektare sawah baru di Mahulu, yang kini tengah dipersiapkan.
“Sekitar 200 hektare yang bakal dibuka tahun depan,” terangnya.
Namun, hanya mencetak sawah tidak cukup.
Pemerintah menilai persoalan utama ada pada keterbatasan tenaga produktif serta penguasaan teknologi pertanian modern.
Karena itu, pelatihan intensif bagi generasi muda Mahulu akan digelar melalui skema pengoperasian alat pertanian canggih.
Program pembiayaan sepenuhnya akan ditopang APBN, mengingat fiskal daerah sedang tertekan akibat kebijakan efisiensi.
“Pemprov sudah ajukan ke pusat untuk membantu,” akunya.
Pembangunan ketahanan pangan, lanjut Farisyah, tidak hanya berbicara soal beras.
Sektor peternakan, perikanan, dan perkebunan harus bergerak bersama.
Tag



