ARUSBAWAH.CO - Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda yang digadang-gadang sebagai wajah baru perdagangan ternyata juga menimbulkan keresahan di kalangan pedagang.
Nurul, pedagang pakaian yang sudah berjualan sejak 2007, mengaku bingung dengan arah kebijakan.
Meski memiliki Surat Keterangan Tempat Usaha Berdagang (SKTUB) dan pernah menempati dua petak lapak, ia merasa tidak mendapat kepastian jelas soal kapan dirinya akan bisa mulai berjualan di gedung Pasar Pagi yang sudah direvitalisasi pemerintah itu.
Nurul bersama dengan pedagang lainnya hingga saat ini masih menunggu untuk kabar dari Pemkot Samarinda, khususnya terkait undian kios.
“Yang kami dengar akan ada sosialisasi dan undian kios, tapi faktanya belum pernah ada kabar resmi. Kami nunggu realisasinya, kami juga butuh kepastian untuk melanjutkan usaha,” keluh Nurul, Kamis (25/9/2025).
Ia bahkan berharap media bisa menjadi penyampai informasi, karena akses resmi dari pemerintah dinilai masih minim.
“Tolong dikabarin ya,” tambahnya.




