Tantangan di Lapangan: Budaya Tunai dan Infrastruktur
Meski tren QRIS meningkat, tantangan di lapangan masih nyata. Budaya transaksi tunai disebut masih sangat kuat dan melekat secara psikologis.
“Banyak yang merasa belum punya uang kalau belum pegang fisiknya. Itu yang kita ubah pelan-pelan,” kata Andi Harun.
Selain itu, kendala teknis seperti keterbatasan jaringan internet, literasi digital pedagang, hingga praktik ekonomi informal—seperti parkir liar berbasis tunai—masih menjadi pekerjaan rumah.
Jika tidak dibenahi, celah tersebut bisa menjadi titik lemah dalam upaya membangun ekosistem ekonomi digital di Samarinda.
Namun Pemkot menegaskan, proses menuju cashless society memang tidak instan. Dibutuhkan edukasi, pembiasaan, dan konsistensi kebijakan.
“Ini bertahap. Kita perbaiki satu per satu,” tutupnya. (isa)
Tag




