ARUSBAWAH.CO - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran yang sangat besar dalam perekonomian Indonesia.
Meskipun begitu, mayoritas pelakunya masih menghadapi kendala serius dalam mengakses pembiayaan formal.
Kesenjangan ini menjadi salah satu sorotan utama dalam Naskah Akademik Pengembangan Dana dan Insentif Perpajakan Modal Ventura di Indonesia yang disusun oleh Center of Economic and Law Studies (CELIOS) pada 2026.
Kontribusi Besar UMKM terhadap Ekonomi Nasional
Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia tahun 2025 yang dikutip dalam naskah akademik tersebut, UMKM menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menciptakan sekitar 97 persen lapangan kerja di Indonesia.
Angka ini menegaskan posisi UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional, baik dari sisi kontribusi output ekonomi maupun penyerapan tenaga kerja.
Naskah akademik tersebut juga menjelaskan bahwa UMKM menjadi kelompok usaha yang banyak membutuhkan dukungan pembiayaan alternatif.
Tag



