“Sekarang hampir semua kegiatan perangkat daerah, baik seremonial, kedinasan, keagamaan, sampai organisasi masyarakat, dilaksanakan di rumah jabatan. Otomatis beban operasional meningkat,” katanya.
Ia mencontohkan aktivitas di mushala rumah jabatan yang berlangsung setiap hari, mulai dari salat berjamaah hingga pengajian dan majelis taklim.
Fasilitas seperti mukena, sajadah, dan karpet harus dicuci secara rutin setiap minggu.
- Hasil Audit Dugaan Kelalaian Medis di RS Pemerintah Sudah Keluar, Pihak Rumah Sakit Akan Surati Dewan
- Temuan Pansus LKPJ di PPU Paser: Dari Gedung Sekolah Mangkrak hingga Asrama Belum Termanfaatkan
- Ada Rencana Bangun Rujab Baru Wawali Samarinda Rp19,5 Miliar, Saefuddin Zuhri: Perencanaannya Ada, tapi Pelaksanaannya Belum
Fasilitas Guest House dan Tamu VIP
Tak hanya itu, fasilitas guest house dan ruang VIP juga menjadi sorotan.
Astri menyebut terdapat 10 kamar yang digunakan untuk menjamu tamu penting, mulai dari menteri hingga kepala daerah lain.
“Pernah Menteri Agama, Menteri Sosial, Menteri ATR, gubernur dari daerah lain, bahkan Kapolri sempat transit di sana. Artinya, standar kebersihan harus dijaga setiap hari. Sprei dan bed cover wajib diganti dan dicuci rutin,” jelasnya.
Perbedaan Anggaran Laundry dan Pemeliharaan
Astri juga menanggapi kritik publik yang mempertanyakan posisi anggaran laundry, khususnya untuk karpet dan gorden.
Ia menegaskan, ada perbedaan mendasar antara anggaran pemeliharaan dan jasa laundry.
“Kalau rel gorden patah atau karpet robek, itu masuk pemeliharaan. Tapi kalau kotor karena dipakai kegiatan, itu masuk laundry. Jadi jangan disamakan,” tegasnya.
Tag



