Feature

Monkey Mangkir, Band Kelas Pekerja dari Kaltim yang Gencar Suarakan Isu Ekologis hingga Politik

Musik bukan sekadar panggung ekspresi, tetapi medium perlawanan

Senin, 9 Februari 2026 20:36

PERSONEL BAND MONKEY MANKIR - Tiga personel band rock Kaltim, Monkey Mangkir/ IG @monkeymangkirr

ARUSBAWAH.CO -  Lubang tambang menganga, hutan runtuh, sungai tercemar, demokrasi terasa makin menjauh dari rakyat.

Realitas keras itu bukan sekadar berita bagi Monkey Mangkir, melainkan pengalaman hidup yang kemudian berubah menjadi lirik, nada, dan suara perlawanan.

Band rock asal Kalimantan Timur (Kaltim) tersebut menjadikan musik sebagai alat mengganggu kenyamanan kekuasaan sekaligus membangunkan kesadaran publik.

"Band ini dibentuk tahun 2019 dan berangkat dari keresahaan kami sendiri melihat masifnya aktivitas tambang dan kelapa sawit di Kalimantan Timur," tutur La Dores kepada Arusbawah.co, Senin (09/02/2025).

Monkey Mangkir membawa kegelisahan sosial, kritik ekologis, dan refleksi politik yang lahir dari pengalaman hidup sehari hari sebagai kelas pekerja.

Bagi mereka, musik bukan sekadar panggung ekspresi, tetapi medium perlawanan dan kesadaran.

"Lewat musik, kami berupaya menghasilkan karya seni yang punya daya gerak dan daya ganggu," terang pria asal Balikpapan ini.

Rilis Single Hutan Lindung, Hantam hingga Redam

Band gagasan La Dores dkk ini merilis single berjudul Hutan Limbung pada 2020 dan Hantam pada 2021.

Terbaru, mereka merilis Redam pada Januari 2026.

Setelah dua rilisan awal, perjalanan band sempat tersendat.

Para personel harus menghadapi realitas hidup sebagai pekerja yang memiliki tanggung jawab ekonomi dan keluarga.

"Dari 2021–2025 kami mengalami kevakuman karena beberapa personel bekerja dan berkeluarga," ungkapnya.

Vakum panjang itu bukan akhir.

Pada akhir 2025, Monkey Mangkir bangkit dengan formasi baru dan semangat yang lebih terstruktur.

Mereka mulai memperbaiki manajemen internal dan kembali merilis karya terbaru berjudul Redam.

“Bangkit lagi akhir 2025 dengan membentuk format baru. Dan akhirnya mulai merilis single baru lagi judulnya Redam,” kata La Dores.

Awal Nama Monkey Mangkir

Nama Monkey Mangkir sendiri lahir dari pengalaman personal para personel ketika melintasi jalan poros Sangatta Bengalon.

Mereka melihat kera berkeliaran di pinggir jalan, jauh dari habitat aslinya.

Fenomena itu memicu kritik hilangnya ruang hidup satwa akibat aktivitas pertambangan.

"Inspirasinya dari monyet atau kera yang ada di sepanjang jalan poros Sangatta-Bengalon. Habitat mereka sudah rusak oleh pembukaaan aktivitas tambang di area tersebut, sehingga monyet-monyet itu merepresentasikan kehilangan habitatnya," jelas La Dores.

Tag

MORE