Arus Publik

Meski Tanpa Anggaran, Perkim Samarinda Tancap Gas Tata Kampung Tenun

Senin, 6 April 2026 10:50

SIAPKAN PENATAAN - Ronny Surya, Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perkim Kota Samarinda (kiri) dan potret udara kawasan kumuh Kampung Tenun (kanan)/ISTIMEWA

Meski belum ada dukungan anggaran, tim Perkim tetap menyusun master plan lengkap, termasuk desain kawasan, pemetaan, hingga rencana drainase dan sanitasi.

Dikatakan Ronny, perencanaan yang dilakukan mengacu pada tujuh indikator penilaian kawasan kumuh, yakni kondisi bangunan dan rumah tidak layak huni (RTLH), jaringan jalan lingkungan, jaringan drainase, sanitasi, jaringan air bersih, proteksi kebakaran, serta pengelolaan tempat pembuangan sampah (TPS).

"Setelah desain penataan kawasan selesai baru bisa dihitung, termasuk jalan, sanitasi, drainase, dan kawasan wisata kulinernya,” katanya.

Ronny menargetkan perencanaan rampung terlebih dahulu sebelum diajukan kepada wali kota. Jika disetujui, pelaksanaan program diproyeksikan dapat dilakukan mulai 2027 menyesuaikan kemampuan fiskal daerah.

Dorong Wisata Kuliner dan Ekonomi

Selain penanganan kawasan kumuh, penataan Kampung Tenun juga diarahkan untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat.

Ronny menyebut kawasan tersebut memiliki potensi sebagai pusat wisata kuliner.

Kampung Tenun itu kawasan wisata kuliner. Itu mau dikembangkan. Jadi Pemkot Samarinda melalui Dinas Perkim mau menata ulang, termasuk di pinggiran sungainya juga dibuat kondisi yang baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, penataan kawasan tidak hanya berdampak pada kualitas permukiman, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal.

“Penataan ini sebenarnya membangkitkan ekonomi. Kalau kawasan ini tertata, orang datang, ekonomi bergerak. Itu harapannya,” tutupnya. (raf)

 

Tag

MORE