Arus Publik

Mensos Respons Kasus Siswa SMKN 4 Samarinda yang Meninggal Dunia: Akui Data Bansos Belum Akurat

Mensos respons kasus Siswa SMKN 4 Samarinda

Kamis, 7 Mei 2026 20:22

Saifullah Yusuf menanggapi kasus siswa SMKN 4 Samarinda yang meninggal dunia dan menyoroti pentingnya akurasi data bansos serta akses BPJS. Foto: IDN Times/YouTube IDN Times.

Guna memastikan warga yang membutuhkan dapat terdata dengan baik, Mensos menjelaskan bahwa kementerian menggunakan jalur formal dan partisipasi dalam verifikasi lapangan untuk memutakhirkan data.

“Ada dua jalur kita untuk memastikan bahwa data kita ini makin akurat. Kita harus lakukan pemutakhiran verifikasi lapangan dengan menggunakan dua jalur. Jalur resmi, jalur formal dan jalur partisipasi. Jalur formalnya itu kita mulai dari RT, RW, Desa, Kelurahan sampai Dinsos Kabupaten Kota, Dinsos Provinsi,” jelasnya secara rinci.

Kronologi Berdasarkan Unggahan Resmi Sekolah

Merujuk pada penjelasan tertulis yang diunggah melalui akun Instagram resmi @smkn4samarinda_ pada Senin (4/5/2026), pihak sekolah memberikan klarifikasi mengenai kondisi almarhum Mandala untuk menghindari kesalahpahaman di masyarakat. 

Dalam unggahan tersebut, pihak sekolah menyebutkan bahwa almarhum telah mendapatkan perhatian khusus sejak duduk di kelas X.

Pihak sekolah menyatakan telah berupaya memberikan dukungan secara mandiri berupa penyaluran seragam jurusan, perlengkapan sekolah, bahan pokok (sembako), hingga bantuan untuk meringankan biaya sewa tempat tinggal keluarga. 

Dukungan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian sekolah terhadap kondisi ekonomi siswa tersebut agar tetap bisa menempuh pendidikan.

Kondisi kesehatan Mandala dilaporkan mulai menurun secara signifikan pada awal April 2026. 

Pada tanggal 1 April, Mandala dilaporkan masih hadir di sekolah, namun gurunya menyarankan agar ia segera pulang untuk beristirahat karena kondisi fisiknya yang tampak pucat.

Sejak saat itu, Mandala tidak lagi hadir mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Tag

MORE