ARUSBAWAH.CO - Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf, memberikan respons resmi terkait kabar duka yang menimpa Mandala Rizky Syaputra, siswa Kelas XI Pemasaran 2 di SMKN 4 Samarinda, Kalimantan Timur.
Siswa tersebut dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (24/4/2026) dini hari setelah mengalami sakit pada bagian kaki dan terkendala akses pengobatan medis yang memadai.
Mensos Akui Masalah Akurasi Data
Dalam sebuah keterangan melalui platform YouTube IDN Times yang dipublikasikan pada 6 April 2026, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyinggung urgensi akurasi data dalam penyaluran bantuan sosial (bansos).
Hal ini merespons isu viral mengenai adanya warga yang berada dalam kondisi ekonomi sulit namun belum tersentuh bantuan pemerintah secara merata.
Mengenai kasus spesifik siswa di Samarinda tersebut, Mensos menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan langkah verifikasi di lapangan untuk memastikan duduk perkara yang sebenarnya.
“Kasus ini ya kita lagi menelusuri ya. Jadi berita itu apakah benar atau tidak benar, kita lihat. Masih sedang penelusuran. Tapi secara umum bahwa ini bagian dari pentingnya data,” ujar Saifullah Yusuf.
Ia menekankan bahwa transparansi dan keterhubungan data merupakan kunci utama agar bantuan tepat sasaran.
Menurutnya, data kemiskinan harus bisa diakses dan dipantau bersama oleh pemerintah pusat, daerah, hingga masyarakat luas.
“Data ini harus bisa dibaca oleh kita semua. Tidak hanya oleh pemerintah pusat tapi juga oleh pemerintah daerah dan juga oleh masyarakat luas. Maka itulah menindaklanjuti arahan presiden tentang data ini, kita melakukan upaya konsolidasi bersama daerah dan masyarakat luas,” tambah Mensos.




