Arus Publik

Mensos Respons Kasus Siswa SMKN 4 Samarinda yang Meninggal Dunia: Akui Data Bansos Belum Akurat

Mensos respons kasus Siswa SMKN 4 Samarinda

Kamis, 7 Mei 2026 20:22

Saifullah Yusuf menanggapi kasus siswa SMKN 4 Samarinda yang meninggal dunia dan menyoroti pentingnya akurasi data bansos serta akses BPJS. Foto: IDN Times/YouTube IDN Times.

Kendala BPJS dan Hambatan Psikologis

Merujuk pada penjelasan resmi di akun Instagram sekolah tersebut, pihak sekolah sempat menjenguk Mandala di rumahnya pada 21 April 2026. 

Dalam kunjungan itu, ditemukan fakta bahwa keluarga Mandala tidak memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS, sehingga pengobatan medis secara rutin menjadi terhambat. 

Pihak keluarga juga dilaporkan mengalami kesulitan biaya, mulai dari perawatan hingga pemulasaraan jenazah.

Selain faktor ekonomi, pihak sekolah juga mengutip pernyataan dari orang tua almarhum yang sempat melarang Mandala menceritakan kesulitan hidup mereka kepada orang lain demi menjaga harga diri keluarga. 

Hal inilah yang diduga membuat beberapa kendala, seperti sepatu sekolah yang sudah tidak muat digunakan (kekecilan), terlambat diketahui oleh pihak sekolah maupun rekan-rekannya.

Meski pihak sekolah dan rekan-rekan siswa telah berencana untuk segera memberikan bantuan sepatu baru dan dukungan dana tambahan, Mandala Rizky Syaputra dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (24/4/2026) dini hari sebelum rencana tersebut terlaksana. 

Hingga saat ini, sinkronisasi data kemiskinan dan akses kesehatan bagi warga rentan tetap menjadi sorotan utama di Kalimantan Timur. (son)

 

Tag

MORE