Dicap Pengkhianat Reformasi, Mugiyanto Mengaku Tak Mempermasalahkan
Saat ditanya mengenai sebutan "pengkhianat reformasi" yang disampaikan mahasiswa, Mugiyanto tidak mempermasalahkannya.
"Itu terserah kawan-kawan. Yang saya perjuangkan hari ini sama dengan yang saya perjuangkan ketika orasi di Aksi Kamisan. Tiga dekade saya berjuang bersama keluarga korban, yang saya lakukan masih sama," ujarnya.
Mantan tenaga ahli Kantor Staf Presiden periode 2020-2024 itu menegaskan dirinya tetap fokus memperjuangkan penyelesaian kasus-kasus HAM masa lalu dan mencegah munculnya pelanggaran baru.
Bantah Ada Arahan Khusus dari Presiden Prabowo
Ia juga membantah kemunculannya di berbagai forum mahasiswa bersama sejumlah mantan aktivis lainnya seperti Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko merupakan arahan khusus dari Presiden Prabowo.
"Kementerian HAM bukan kementerian yang menterinya duduk di belakang meja. Kami harus turun ke bawah, menyerap denyut nadi masyarakat. Hak asasi manusia itu kerja di akar rumput," kata dia.
Mugiyanto Mengaku Tidak Memilih Forum dan Siap Mendengar Kritik
Mugiyanto mengatakan dirinya tidak memilih forum.
Bahkan forum yang kritis dan keras sekalipun akan tetap dihadirinya.
"Saya datang ke Merauke bertemu kelompok yang menolak PSN, saya hadapi. Dalam arti saya mendengar dan menyerap aspirasi mereka. Di sini juga sama. Kalau ada warga ingin bertemu dan saya bisa, pasti saya temui," ujarnya.
Ia pun membantah ada agenda khusus di balik munculnya para mantan aktivis 1998 di ruang-ruang diskusi kampus.
"Tidak ada. Itu sudah menjadi insting kami untuk terus turun dan membersamai masyarakat," kata Mugiyanto.
(wan)
- Seluruh Kursi Pemprov Kaltim Kosong Saat Paripurna DPRD, Muncul Isu Sengaja Skip Rapat, Sri Wahyuni: 'Siapa yang Bilang?'
- PSI Kaltim Bidik Menang Pemilu, Tapi Suaranya Masih Tertinggal 23 Kali Lipat dari Golkar
- BREAKINGNEWS - Kaesang Anak Jokowi Hadiri Rakorwil PSI Kaltim, Sebut Nama Andi Wijaya dan FX Yapan
Tag




