ARUSBAWAH.CO - Kedatangan Wakil Menteri (Wamen) Hak Asasi Manusia (HAM) Mugiyanto ke Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, Selasa, mendapat penolakan dari sejumlah mahasiswa.
Di acara yang berlangsung di GOR 27 Unmul, mahasiswa membawa toa dan spanduk bertuliskan "Usir Mugiyanto, penghianat reformasi" sambil meneriakkan tuntutan terkait kasus pelanggaran HAM dan korban pertambangan.
Aksi protes itu terjadi saat kuliah umum yang dihadiri sivitas akademika Unmul masih berlangsung.
Massa mahasiswa datang dengan membawa sejumlah poster bergambar para aktivis reformasi yang hilang serta korban pelanggaran HAM masa lalu.
Suasana sempat memanas ketika mahasiswa secara bergantian meneriakkan kritik kepada Mugiyanto.
Mereka menilai mantan aktivis reformasi itu telah berubah posisi setelah masuk ke dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Usir Mugiyanto, penghianat reformasi," demikian tulisan yang terbentang dalam salah satu spanduk yang dibawa mahasiswa.
Mugiyanto Pernah Jadi Korban Penculikan dan Penyiksaan pada 1998
Mugiyanto sendiri bukan nama asing dalam gerakan hak asasi manusia di Indonesia.
Pria yang akrab disapa Mugi itu merupakan aktivis reformasi 1998 yang mengaku pernah mengalami penculikan dan penyiksaan.
Lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut pernah memimpin Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) selama periode 2000 hingga 2014.
Organisasi itu dikenal aktif mendampingi korban pelanggaran HAM.
Ia juga pernah menjadi Senior Program Officer HAM dan Demokrasi di International NGO Forum on Indonesian Development (INFID).
Mugiyanto Sebut Kasus yang Disuarakan Mahasiswa Sudah Diperjuangkannya Sejak Reformasi
Menanggapi aksi mahasiswa, Mugiyanto justru mengaku berterima kasih karena terus diingatkan mengenai berbagai kasus pelanggaran HAM yang belum selesai.
"Yang menarik tadi ada kawan-kawan mahasiswa dan aktivis yang datang menyampaikan aspirasi soal korban pertambangan dan kasus aktivis '98. Itu memang persoalan yang hari ini kami tangani untuk diselesaikan. Saya berterima kasih terus diingatkan oleh kawan-kawan aktivis," kata Mugiyanto kepada awak media, Selasa (23/6/2026).
Tag



