Ia mengatakan persoalan yang disuarakan mahasiswa bukan hal baru baginya.
Menurut dia, kasus-kasus tersebut telah diperjuangkannya sejak era reformasi.
"Itu yang saya perjuangkan sejak '98 dan saya sedang perjuangkan sampai hari ini. Itu juga penugasan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto," ujarnya.
Mugiyanto Sebut Dirinya Salah Satu Inisiator Aksi Kamisan
Mugiyanto mengingatkan dirinya merupakan salah satu inisiator Aksi Kamisan.
Gerakan tersebut lahir untuk mengingatkan pemerintah agar menyelesaikan kasus pelanggaran HAM masa lalu.
Menurutnya, poster-poster yang dibawa mahasiswa berisi wajah orang-orang yang dikenalnya secara pribadi.
"Itu poster kawan-kawan saya. Bimo Petrus, Herman Hendrawan, Wiji Thukul, Suyat, Gilang, Ucok, Yadin. Saya sekarang memperjuangkan hak-hak mereka bersama keluarga korban," katanya.
Mugiyanto mengatakan dirinya menerima tawaran menjadi Wakil Menteri HAM setelah mendapat dukungan dari keluarga korban.
"Mereka bilang, Pak Mugi masuk ke dalam, berjuang dari dalam. Kami berjuang dari luar. Kita berkolaborasi supaya kasus-kasus itu selesai," ucapnya.
- 30 Anggota Senat Unmul Ketahuan Rangkap Jabatan, Abdunnur Akui Struktur Senat Harus Dirombak: 'Harus, Harus Merubah'
- Abdunnur Mengaku Tak Mengetahui Surat Meminta Dukungan yang Disebut Beredar di Kalangan Senat Unmul
- Semua Ingin Masuk Sekolah Negeri Favorit, Tapi Syahariah Mas'ud Bilang Kursinya Tidak Akan Cukup
Kementerian HAM Pegang Empat Prinsip Transitional Justice
Ia menjelaskan Kementerian HAM bersama Menteri HAM Natalius Pigai berpegang pada empat prinsip transitional justice, yakni pengungkapan kebenaran, keadilan, pemulihan korban, dan pencegahan agar pelanggaran serupa tidak terulang.
Namun menurutnya, pekerjaan Kementerian HAM tidak hanya berfokus pada pelanggaran masa lalu.
"Tanggung jawab negara juga memastikan anak-anak bisa sekolah, tidak ada yang kelaparan, stunting dan hak-hak dasar warga negara terpenuhi," katanya.
Tag



