Arus Publik

Mahasiswa Unmul Teriaki Wamen HAM Mugiyanto 'Pengkhianat Reformasi', Mantan Korban Penculikan 98 Itu Bilang: 'Saya Masih Berjuang untuk Kawan-kawan'

WamenHAM, Mugiyanto saat menghadiri kuliah umum di Unmul, dan mendapatkan protes penolakan terhadap sejumlah mahasiswa pada, Selasa (23/6/2026)/Arusbawah.co

Ia mengatakan persoalan yang disuarakan mahasiswa bukan hal baru baginya.

Menurut dia, kasus-kasus tersebut telah diperjuangkannya sejak era reformasi.

"Itu yang saya perjuangkan sejak '98 dan saya sedang perjuangkan sampai hari ini. Itu juga penugasan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto," ujarnya.

Mugiyanto Sebut Dirinya Salah Satu Inisiator Aksi Kamisan

Mugiyanto mengingatkan dirinya merupakan salah satu inisiator Aksi Kamisan.

Gerakan tersebut lahir untuk mengingatkan pemerintah agar menyelesaikan kasus pelanggaran HAM masa lalu.

Menurutnya, poster-poster yang dibawa mahasiswa berisi wajah orang-orang yang dikenalnya secara pribadi.

"Itu poster kawan-kawan saya. Bimo Petrus, Herman Hendrawan, Wiji Thukul, Suyat, Gilang, Ucok, Yadin. Saya sekarang memperjuangkan hak-hak mereka bersama keluarga korban," katanya.

Mugiyanto mengatakan dirinya menerima tawaran menjadi Wakil Menteri HAM setelah mendapat dukungan dari keluarga korban.

"Mereka bilang, Pak Mugi masuk ke dalam, berjuang dari dalam. Kami berjuang dari luar. Kita berkolaborasi supaya kasus-kasus itu selesai," ucapnya.

 

Kementerian HAM Pegang Empat Prinsip Transitional Justice

Ia menjelaskan Kementerian HAM bersama Menteri HAM Natalius Pigai berpegang pada empat prinsip transitional justice, yakni pengungkapan kebenaran, keadilan, pemulihan korban, dan pencegahan agar pelanggaran serupa tidak terulang.

Namun menurutnya, pekerjaan Kementerian HAM tidak hanya berfokus pada pelanggaran masa lalu.

"Tanggung jawab negara juga memastikan anak-anak bisa sekolah, tidak ada yang kelaparan, stunting dan hak-hak dasar warga negara terpenuhi," katanya.

Tag

MORE