ARUSBAWAH.CO - Center of Economic and Law Studies (CELIOS) memproyeksikan total kekayaan kelompok superkaya di Indonesia akan terus melonjak hingga 2050.
Dalam laporan bertajuk Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026: Republik Oligarki, CELIOS memperkirakan total kekayaan 50 orang terkaya Indonesia dapat menembus Rp11.323 triliun pada 2050 apabila tidak ada perubahan struktur ekonomi dan politik nasional.
Laporan tersebut menilai tren pertumbuhan kekayaan elite berjalan jauh lebih cepat dibanding peningkatan kesejahteraan masyarakat umum.
CELIOS menyebut kondisi ini berpotensi memperlebar jurang sosial dan ekonomi dalam beberapa dekade mendatang.
Kekayaan Elite Naik Lebih Cepat dari Warga
Dalam laporan itu, CELIOS menjelaskan median kekayaan 50 orang terkaya Indonesia pada 2026 mencapai sekitar Rp52,3 miliar.
Sementara itu, median kekayaan penduduk Indonesia hanya sekitar Rp84,35 juta.
CELIOS memproyeksikan median kekayaan kelompok superkaya akan melonjak hingga Rp107,7 triliun pada 2050 atau naik sekitar 106 persen.
Sebaliknya, median kekayaan masyarakat umum diperkirakan hanya naik sekitar 20 persen menjadi Rp101 juta.
Menurut laporan tersebut, perbedaan pertumbuhan kekayaan itu menunjukkan distribusi hasil pembangunan ekonomi masih sangat timpang.
Pertumbuhan ekonomi nasional dinilai lebih banyak memperbesar akumulasi kekayaan kelompok elite dibanding memperkuat daya beli masyarakat luas.
CELIOS Soroti Dominasi Bisnis Ekstraktif
CELIOS juga menyoroti sumber utama kekayaan para superkaya Indonesia yang masih didominasi sektor ekstraktif seperti batu bara, sawit, dan nikel.
Dalam laporan itu disebutkan sekitar 57,8 persen kekayaan 50 orang terkaya berasal dari sektor berbasis eksploitasi sumber daya alam.
Menurut CELIOS, model ekonomi berbasis ekstraksi sumber daya alam memberikan keuntungan besar bagi segelintir elite, sementara masyarakat di sekitar wilayah tambang dan industri justru menghadapi dampak lingkungan hingga bencana ekologis.
Laporan itu juga menyinggung bencana banjir di Sumatera pada Desember 2025 yang terjadi di wilayah dengan aktivitas eksploitasi sumber daya alam intensif.
CELIOS menilai masyarakat sering kali menjadi pihak yang menanggung dampak kerusakan lingkungan dari aktivitas ekonomi tersebut.
Ketimpangan Diprediksi Makin Lebar
Dalam salah satu proyeksinya, CELIOS menyebut pada 2050 sebanyak 50 orang terkaya Indonesia bisa memiliki kekayaan setara dengan 111 juta penduduk Indonesia apabila struktur ekonomi dan politik tidak berubah.
CELIOS menilai kondisi tersebut menunjukkan ketimpangan ekonomi di Indonesia bukan hanya persoalan pendapatan, tetapi berkaitan dengan konsentrasi kekayaan dan akses kekuasaan pada kelompok tertentu.
Mereka menegaskan pertumbuhan ekonomi tanpa distribusi yang adil berpotensi memperkuat dominasi oligarki dalam jangka panjang.
Perubahan Struktur Ekonomi
Melalui laporan ini, CELIOS menilai Indonesia memerlukan perubahan struktur ekonomi agar pertumbuhan kekayaan tidak hanya dinikmati kelompok elite.
Menurut CELIOS, kebijakan redistribusi kekayaan, reformasi pajak, hingga penguatan layanan publik menjadi penting untuk mencegah jurang ketimpangan semakin melebar pada masa depan. (naa)
Source: Republik oligarki: Ketimpangan ekonomi Indonesia 2026. CELIOS




