Arus Publik

Tuntutan Hak Angket

Disabilitas Kaltim Turun ke Jalan di Aksi 215: “Kemana 5.500 Nama Kami?” Kritik BST Dipangkas

Penyandang Disabilitas Ikut Turun dalam Demonstrasi

Kamis, 21 Mei 2026 23:19

ORASI - Perwakilan Penyandang Disabilitas, Muhammad Ilham memberikan orasi tuntutan terhadap pemerintah provinsi Kaltim/Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Aksi demonstrasi 215 yang digelar Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur pada Kamis (21/5/2026), tidak hanya dipenuhi kelompok masyarakat sipil.

Di tengah massa yang memadati lokasi kantor Gubernur, kelompok penyandang disabilitas turut hadir dan mengambil bagian dalam menyuarakan tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Kaltim.

Kehadiran mereka bukan sekadar simbolik.

Sejumlah penyandang disabilitas ikut berorasi menggunakan pengeras suara, menyampaikan langsung keresahan yang selama ini mereka rasakan, terutama terkait kebijakan bantuan sosial dan dugaan penggunaan anggaran daerah yang dianggap tidak berpihak pada masyarakat kecil.

Salah satu orator yang paling menyita perhatian massa adalah Muhammad Ilham, perwakilan komunitas penyandang disabilitas.

Dengan menggunakan motor modifikasi miliknya, Ilham naik ke atas kendaraan itu dan menyampaikan pidato keras di hadapan peserta aksi.

Muhammad Ilham Soroti Pemangkasan Penerima BST Disabilitas di Kaltim

Dalam orasinya, Muhammad Ilham mempersoalkan pemangkasan jumlah penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi penyandang disabilitas di Kaltim.

Ia menyebut sebelumnya terdapat sekitar 6.000 penyandang disabilitas yang menerima bantuan sosial dari Pemprov setiap tahun.

Namun pada tahun ini, jumlah penerima disebut tinggal sekitar 500 orang.

“Kami penyandang disabilitas yang sebelumnya menerima yang namanya bantuan sosial terencana setiap tahun berjumlah 6.000 orang, ternyata yang mendapatkan kemarin hanya 500 orang. Kemana 5.500 suara kami? Kemana nama-nama kami?,” teriak Ilham di tengah sorakan massa.

Pernyataan itu langsung disambut riuh dukungan peserta aksi demonstrasi.

Bagi kelompok disabilitas, pemangkasan bantuan dinilai bukan sekadar soal angka, melainkan menyangkut keberlangsungan hidup ribuan orang yang selama ini bergantung pada bantuan pemerintah.

Tag

MORE