Ia menjelaskan bahwa penyesuaian harga air yang terjadi sebelumnya sebesar 9 persen sudah diselesaikan secara bertahap sejak awal tahun dan bersifat independen dari fluktuasi harga bahan kimia saat ini.
Penghapusan biaya beban juga menjadi langkah perusahaan untuk meringankan beban masyarakat.
Mitigasi Dampak Musim Kemarau
Menghadapi prediksi BMKG mengenai musim kemarau yang diperkirakan berlangsung dari April hingga Oktober, Perumdam Tirta Kencana juga telah menyiapkan langkah proaktif.
Kaharuddin mengimbau agar masyarakat mulai meningkatkan kapasitas penampungan air di rumah masing-masing.
Hal ini merupakan bentuk transparansi perusahaan dalam mengkomunikasikan risiko penurunan debit air akibat potensi intrusi air asin atau penyusutan sumber air baku.
“Harapan kita masyarakat punya penampungan. Jadi ketika ada gangguan produksi karena faktor alam, kebutuhan air di rumah tangga tetap terjaga,” pungkasnya.
Sinergi yang harmonis antara pengawasan kritis DPRD dan manajemen profesional Perumdam Tirta Kencana ini diharapkan terus berlanjut, guna memastikan warga Kota Samarinda mendapatkan hak dasar air bersih secara berkesinambungan dengan pengelolaan yang transparan dan akuntabel. (sobizz/son)
Tag




