Arus Publik

Perumda Tirta Kencana Samarinda

Lampaui Target PAD, Kinerja Perumdam Tirta Kencana Dapat Pujian dari Pansus LKPJ DPRD Samarinda

Perumdam Tirta Kencana lampaui target PAD Rp17 miliar

Rabu, 29 April 2026 13:22

WAWANCARA - Anggota Pansus LKPJ DPRD Samarinda Abdul Rohim bersama Direktur Bidang Teknik Perumdam Tirta Kencana Kaharuddin usai menyampaikan capaian PAD dan layanan air bersih di Samarinda, Selasa (28/4/2026)./Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Kota Samarinda menunjukkan taringnya sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) paling produktif di Kota Tepian. 

Hal ini terungkap dalam kunjungan lapangan yang dilakukan oleh Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRD Kota Samarinda pada Selasa (28/4/2026).

Dalam evaluasi tersebut, Perumdam Tirta Kencana dinilai berhasil menjalankan fungsi ganda dengan sangat baik, yakni memberikan pelayanan publik yang optimal sekaligus menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang melampaui target.

Melampaui Target PAD di Tengah Tantangan Global

Anggota Pansus LKPJ DPRD Samarinda, Abdul Rohim, memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian finansial perusahaan. 

Berdasarkan data yang digali dalam kunjungan tersebut, target PAD yang dibebankan kepada Perumdam Tirta Kencana semula berada di angka Rp 12 Miliar. 

Namun, realisasinya justru menyentuh angka Rp 17 Miliar lebih.

“Alhamdulillah, capaian Rp 17 Miliar ini sudah melampaui dari target yang direncanakan sebesar Rp 12 Miliar. Ini tentu menjadi catatan positif bagi kami di legislatif,” ujar Abdul Rohim di sela-sela kunjungan lapangan.

Keberhasilan ini dianggap luar biasa mengingat kondisi ekonomi makro dan geopolitik yang tidak menentu, yang secara tidak langsung memberikan tekanan pada biaya operasional perusahaan daerah.

Kualitas Infrastruktur dan Layanan yang Solid

Tidak hanya soal angka di atas kertas, Pansus LKPJ juga melakukan validasi fisik terhadap sejumlah proyek pembangunan infrastruktur air bersih yang dilaksanakan sepanjang tahun 2025. 

Tag

MORE