Hasilnya, pihak legislatif mengaku puas dengan kualitas pekerjaan yang dilakukan oleh tim teknis Perumdam.
“Kami cek sampel kegiatan pembangunan, secara konstruksi sesuai dan pemanfaatannya sudah berjalan. Tidak ada masalah. Sejauh ini dari hasil kunjungan lapangan, kami cukup puas dengan apa yang kami saksikan,” tambah Abdul Rohim.
Hingga saat ini, cakupan layanan air bersih di Samarinda telah mencapai 84 persen.
Dengan progres yang ada, DPRD optimis target layanan 100 persen pada tahun 2029 dapat tercapai lebih cepat jika tren positif ini terus dipertahankan.
Komitmen Pelayanan: Bertahan Tanpa Bebankan Rakyat
Di sisi lain, Direktur Bidang Teknik Perumdam Tirta Kencana, Kaharuddin memaparkan strategi perusahaan dalam menjaga stabilitas pelayanan di tengah lonjakan harga bahan baku.
Kaharuddin mengungkapkan bahwa harga bahan kimia untuk penjernihan air mengalami kenaikan drastis hingga dua kali lipat dalam beberapa pekan terakhir.
Selain itu, harga bahan bakar industri pun merangkak naik ke angka Rp 30 ribu dari standar sebelumnya Rp 24 ribu.
Meski dihimpit beban biaya produksi yang melonjak, Kaharuddin menegaskan bahwa saat ini tidak ada rencana kenaikan harga air bagi pelanggan akibat kenaikan harga bahan baku tersebut.
“Dari sisi internal kita harus efisiensi. Kita belanja prioritas, mana yang harus dilaksanakan. Bahan kimia adalah utama dan tidak bisa ditunda karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Pelayanan tidak boleh berhenti,” tegas Kaharuddin.
Tag



